KARYA GADIS AMERIKA
YANG DILINDAS BULDOZER HIDUP-HIDUP
13,8 x 21 cm
526+xlii halaman
Soft Cover + Flap
ISBN: 978-979-18193-0-5
Harga: Rp. 88.000,-
NAMUN DILARANG DAN DIBERANGUS REZIM ADIDAYA
Dilengkapi pengantar dan catatan dari keluarganya, kompilasi tulisan, gambar, dan puisi Corrie meluapkan kegairahan dan menumbuhkan semangat sosok anak muda yang tekad kuatnya terhadap sebuah dunia yang lebih baik dan lebih damai, membawanya dari Olympia, Washington, ke Timur Tengah.
Corrie menulis tentang isu-isu yang mencuat di masanya, juga tentang kecemasan seorang remaja Amerika; semuanya dengan gairah, rasa kasih, wawasan, dan humor yang menggebu-gebu. Tulisannya mengumandangkan pendiriannya serta menggemakan keyakinan yang telah lama dijunjungnya perihal ke-satu-an (oneness) umat manusia seluruhnya
Tentang Pengarang
Rachel Corrie lahir pada 10 April 1979 di Olympia, Washington, sebelah selatan Puget Sound. Semasa sekolah, dia aktif sebagai sukarelawan yang menyoal masalah kelaparan, gelandangan, dan lingkungan di Baratdaya Pasifik. Setelah merampungkan studinya dalam bidang seni liberal di Evergreen State College, Corrie bertolak ke wilayah pendudukan Palestina pada Januari 2003. Di Rafah, Jalur Gaza (Palestina), dia mengabdikan diri sebagai aktivis perdamaian tanpa kekerasan dan pengamat hak asasi manusia hingga dirinya menemui kematian [tragis akibat dilindas buldozer milik Israel] pada 16 Maret 2003. Corrie adalah penulis, pujangga, dan seniman bersemangat dan sangat peduli terhadap semua hal yang berkenaan dengan umat manusia.
Untuk pemesanan buku, silahkan menggunakan Contact Me form
Selengkapnye.....

Pagi yang indah hari ini, tak terasa kita sudah di penghujung tahun 2008. Entah apa yang akan terjadi di tahun 2009 nanti, apakah gempa bumi, tanah longsor atau banjir masih melanda bumi pertiwi yang kaya raya akan hasil alam tapi rakyat masih tetap miskin dan sering menjadi korban kebijakan-kebijakan oknum-oknum tak bertanggungjawab yang seringkali mengatasnamakan kepentingan rakyat demi menyelamatkan kepentingan pribadi atau kelompoknya. Hal lain yang tak kalah menariknya adalah penurunan harga BBM khususnya bensin dari Rp 5500 menjadi Rp 5000, bagi saya yang memakai kendaraan pribadi untuk melakukan aktivitas sehari-hari tentu sangat menguntungkan sekali mengingat perjalanan yang saya tempuh kurang lebih 45 menit dan ini bisa menghabiskan 1 liter bensin.
